tuliskan faktor pendorong terjadinya sirkulasi dan komutasi penduduk

Prof Sanggar membagi mobilitas penduduk menjadi dua, yaitu mobilitas permanen atau semi permanen yang disebut migrasi, serta mobilitas non-permanen yang meliputi sirkulasi (mobilitas secara geografis, repetitif dan siklikal dengan dimensi waktu antara 24 jam sampai satu tahun tanpa bermaksud untuk menetap di daerah tujuan) dan komutasi (mobilitas harian dengan dimensi waktu maksimal 24 jam, tanpa b
ermaksud untuk bermalam di daerah tujuan). Menyoroti migrasi non-permanen, Prof Sanggar mengatakan, sarana transportasi yang menghubungkan antara desa dan kota yang semakin lancar yang menjadi faktor penyebabnya di samping pola mobilitas musiman yang biasanya dilakukan oleh petani ketika kegiatan pertanian sedang tidak sibuk untuk melakukan sirkulasi dan komutasi. Selain itu, ia juga menyinggung slogan masyarakat Jawa yaitu “Mangan Ora Mangan Waton Kumpul”. Menurutnya slogan ini berlawanan secara diametral dengan “kumpul ora kumpul waton mangan” sehingga menghasilkan slogan baru sebagai kompromi yaitu “yo mangan, yo kumpul” melalui pola sirkulasi dan komutasi.
Secara umum, disebut Prof Sanggar, faktor ekonomi sangat dominan menyebabkan mobilitas penduduk baik faktor pendorong dari desa diantaranya terbatasnya kesempatan kerja, kegiatan pertanian yang bersifat musiman serta rendahnya tingkat upah maupun faktor penarik dari kota diantaranya peluang dan kesempatan kerja yang relatif besar.


LihatTutupKomentar