Penentuan kosentrasi HCOOH ini dapat dilakukan dengan prinsip tritrasi asam basa
Pembahasan
HCOOH atau CH₂O₂ adalah asam format atau bisa disebut juga asam metanoat bersifat asam lemah dan termasuk asam karboksilat.
Titrasi merupakan prosedur penentuan kosentrasi suatu larutan dengan mereaksikan dengan larutan lain yang telah diketahui kosentrasinya (biasanya larutan baku). Penentuan titik akhir/titik ekivalen reaksi dapat menggunakan indikator sesuai range pH yang sesuai
Titrasi dapat dibedakan antara lain titrasi asam basa, titrasi pengendapan, dan titrasi redoks. Pada titrasi asam basa digunakan prinsip netralisasi dari asam dan basa nya.
Pada titrasi asam basa akan terdapat perubahan pH larutan .Saat basa ditetesi asam maka pH turun, dan sebaliknya jika asam ditetesi basa maka pH akan naik.
Dari perubahan pH ini dapat dibuat Kurva Titrasi yang merupakan fungsi dari volum asam/basa dan pH larutan
Pada titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat , titik ekivalen pada pH=7
Pada titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat, titik ekivalen pada pH antara 8-9
Pada titrasi Basa Lemah dengan Asam Kuat, titik ekivalen pada pH antara 5-6
Rumus titrasi asam basa
Ma. Va . na = Mb. Vb. nb
Ma,Mb = kosentrasi asam basa
Va,Vb = volume asam basa
na,nb = valensi asam basa
Diketahui
larutan HCOOH
Ditanya
cara menentukan konsentrasi larutan HCOOH
Jawab
Penentuan kosentrasi HCOOH ini dapat dilakukan dengan prinsip tritrasi.
Karena HCOOH merupakan asam lemah, maka penentuan kosentrasinya dapat kita gunakan basa kuat seperti NaOH atau KOH.
Zat pentiter yang sudah diketahui kosentrasinya ( dalam hal ini basa kuat seperti NaOH/KOH )bisa diletakkan dalam alat buret sedangkan zat analit/titrat yang akan dititrasi (dalam hal ini HCOOH) untuk dicari kosentrasinya diletakkan dalam labu erlenmeyer.
Perlakuan titrasi dilakukan sampai titik ekivalen tercapai atau titik akhir titrasi dapat terlihat yaitu ditunjukkan ketika indikator berubah warna.
Karena ada penambahan basa kuat pada asam lemah, maka perubahan pH yang menunjukkan angka yang signifikan terjadi pada pH 8-9.
Untuk indikator yang paling tepat pada titrasi ini adalah fenolftalein (PP) dimana range indikator pH nya antara 8,3-10. Phenolftalein menunjukkan warna bening dalam keadaan asam/ netral, dan berwarna kemerahan dalam keadaan basa. Pada pH di bawah 8,3 fenolftalein tidak berwarna, sedangkan diatas itu akan berwarna merah.
Jadi saat warna indikator akan berubah/tepat menjadi merah, saat itu pula titrasi dihentikan, dan kita hitung volume basa kuat yang diperoleh.
Selanjutnya penentuan kosentrasi HCOOH dapat dilakukan dengan menggunakan rumus titrasi asam basa diatas.
Pelajari lebih lanjut
kesalahan titrasi brainly.co.id/tugas/15102123
menentukan jumlah molekul air dengan titrasi brainly.co.id/tugas/15102123
-----------------
Detil jawaban
Kelas : 11
Mapel : Kimia
Bab : titrasi asam basa
Kode : 11.7.9
Kaa kunci : titrasi asam basa, HCOOH, titik ekivalen, titik akhir titrasi